oleh

Prof Nidom: Perlu Standarisasi Alat Test Ukur Sampel Covid-19

>

Profesor drh Chairul Anwar Nidom (foto IST/LKid/Ikung Adiwar)

JAKARTA, LINTASKOMPAS.id Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Profesor drh Chairul Anwar Nidom mengatakan perlu kalibrasi atau proses verifikasi terhadap peralatan test Covid-19 yang selama ini digunakan di Indonesia.

“Perlu diadakan kalibrasi secara waktu dan interval tertentu pada stok persediaan Test Covid 19 selama ini, ” kata Prof Nidom, menanggapi adanya video viral seorang berseragam Satpam melakukan tester kit Covid 19 untuk air dari keran di satu kamar mandi.

Pengertian kalibrasi adalah proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang tertelusur dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

“Standar alat test yang dipakai pada pengukuran sampel di masyarakat selama ini, kurang memadai. Sehingga perlu adanya satu standar yang disahkan oleh pemerintah hingga menjadi acuan bagi pengadaan alat test ukur sampel Covid-19,” kata Prof Nidom.

Standarisasi tersebut diperlukan bukan hanya untuk paket Kit Antigen tapi semua sarana atau fasilitas yang digunakan terkait untuk pengendalian covid -19 keseluruhan, seperti PCR, kit PCR, masker, agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, yakni good laboratory practice (GLP) and good manufacturing practice (GMP).

“Yang terjadi sampai saat ini adalah tanpa standarisasi. Bahkan vaksin yang saat ini diedarkan dan disuntikkan ke masyarakat, juga bisa rawan terhadap kemungkinan pemalsuan,” katanya.

Video Satpam Ngetes Air Kran

Seperti diketahui, belum lama beredar video pria berseragam Satpam mengambil air keran dengan botol bekas minuman. Air tersebut kemudian ditampung ke dalam botol dan  diteteskan ke tester kit Covid 19.

Setelah menunggu beberapa saat,  tester kit tersebut menyatakan positif Covid-19. Hal ini telah meresahkan masyarakat karena di video tersebut juga menampilkan narasi agar tidak mempercayai lagi uji hasil Covid-19 yang selam ini dijadikan rujukan seorang pasien dinyatakan Covid-19 atau tidak di mayarakat.

Hal ini telah meresahkan masyarakat karena di video tersebut juga menampilkan narasi agar tidak mempercayai lagi uji hasil Covid-19. Padahal selama ini dijadikan rujukan seorang pasien yang dinyatakan Covid-19 atau tidak di mayarakat.

Covid19
Prof. Nidom saat pengujian plasma dingin (Zeta) dilakukan di dalam fasilitas Animal BSL3 (foto IST/LKid/Ikung Adiwar)

Menurut Prof Nidam, fenomena video hasil uji coba menggunakan test kit Covid-19 ini bisa disebabkan oleh kesalahan kit itu sendiri, yang mengakibatkan terjadinya misreading / penyimpangan hasil test.

Hal ini bisa disebabkan oleh tatacara penyimpanan yang tidak sesuai sebagaimana mestinya, bahkan kemungkinan ada-nya video ini disinyalir didorong oleh persaingan bisnis pengadaan Test Kit Covid-19 itu sendiri.

“Diingatkan agar masyarakat jangan segera terpancing oleh isu yang tertampilkan dalam video pria berseragam Satpam itu,” kata Prof Nidom, sambil menambahkan bahwa dirinya masih sebagai ketua peneliti dalam riset COVID-19 pada Professor Nidom Foundation (PNF).

Prof Nidom tak lupa juga menghimbau agar selama pelaksanaan vaksinasi di masa pandemi COVID-19, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak (LKid)

Ikung Adiwar, Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini