oleh

Kordinator Arisan Sosialita Didakwa Gelapkan Uang Peserta Rp90 Juta

>

Terdakwa AA alias R saat disidangkan secara online dari Sel Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur (foto : Buyil/LK.id)

JAKARTA, LINTASKOMPAS.id – Arisan sosialita melibatkan kaum ibu berduit, berakhir di meja hijau. Koordinator sekaligus pengelola arisan RN Comunity berinisial AA alias R, kini menjadi terdakwa dan duduk di meja pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dakwaan penipuan dan penggelapan.

Saat ini arisan para ibu kalangan atas tersebut, masih dalam proses sidang melalui online. Sementara terdakwa AA alias R mengikuti sidang dari balik terali besi Rutan Khusus Wanita di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Terdakwa ditahan sejak 7 Mei 2021.

Pada sidang online Rabu 4 agustus 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, AA sebagai pengelola dan koordinator arisan dilaporkan oleh Dessy Carlo, salah satu peserta yang merasa ditipu dan uang arisannya digelapkan terdakwa.

Dessy didampingi kuasa hukumnya, Edwin Hutabarat serta beberapa rekannya yang menjadi saksi, mengikuti jalannya persidangan secara online.

“Terdakwa sejak tahun 2016 terkenal sebagai bandar arisan hits di Jakarta yang diikuti sosialita dan selebritis papan atas. Nah saya lihat figurnya bagus, makanya saya juga teetarik untuk ikut. Ternyata kenyataannya tidak,” sesal Dessy.

Dikatakan Dessy, ia mengikuti
arisan yang diadakan RN Community dari Maret 2017 hingga Desember 2017 dengan peserta sebanyak 9 orang senilai Rp10 juta perorangnya. Bulan Oktober 2017 namanya keluar sebagai pemenang arisan dan berhak mendapatkan uang Rp. 90 juta.

“Kalau arisan kan biasanya dapat sekarang, ditransfer besok. Ini sampai sekarang belum ditransfer juga,” keluhnya.

Dessy mengaku sudah beberapakali menanyakan perihal pembayaran arisan yang didapat kepada terdakwa. Namun pembayaran tak kunjung ia dapatkan. Sampai akhirnya tahun 2019 AA dilaporkan ke polisi dan selanjutnya disidang sebagai terdakwa.

Selain Dessy, juga Susilowati jadi korban. Namun karena upayanya yang gigih menagih, haknya sebagai pemenang arisan akhirnya dibayar.

“Arisan saya waktu itu nggak banyak sih, Rp. 2,5 jutaan. Tapi karena saya kejar terus akhirnya dia terpaksa bayar,” kata Susilowati, yang jadi saksi untuk laporan Dessy di persidangan.

Dari pengalamannya itu, Susilowati mengetahui ada rekan-rekannya yang menjadi korban arisan Ratna. Sampai ia mencoba mencari tahu korban arisan lainnya. Ternyata lebih dari 50 orang dengan kerugian ratusan juta rupiah (LKid)

Laporan : Buyil, Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini