oleh

Setelah Didemo, Perusahaan Minuman Akhirnya Bayar Pesangon Pekerjanya

>

Sekertaris KSPSI Kabupaten Maros, Sadikin Sahir (foto : IST/LKid)

MAROS, LINTASKOMPAS.id — Aksi demo buruh yang digelar Serikat Pekerja KSPSI Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis 29 Juli 2021 lalu, akhirnya membuahkan hasil. Tuntutan pesangon dari para buruh PT CS2 Pola Sehat Maros dipenuhi perusahaan.

“Alhamdulillah sudah selesai. Sisa tunggu pencairan pesangon,” kata Sekertaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Maros, Sadikin Sahir kepada LintasKompas.id, Jumat 6 Agustutus 2011 melalui WhatsApp.

Menurutnya, di tengah aksi demo tersebut, terjalin komunikasi kedua pihak. “Jadi di belakang terjadi negosiasi terkait jumlah pesangon. Yang disepakati Rp48.600.000,- untuk 4 orang pekerja. Pencairan dijanjikan paling lambat akhir bulan,” kata Ikin.

Sebelumnya dalam aksi demo tersebut, pihak DPC KSPSI Maros menuntut PT. CS2 Pola Sehat Maros untuk membayar pesangon karyawan sebesar Rp123 juta.

Menurut Ikin, sapaan akrab Sadikin Sahir, perusahaan PT CS2 Pola Sehat Maros yang bergerak dibidang minuman ringan ini, pada Kamis (29/7) lalu, didemo agar membayarkan pesangon pekerja sesuai dengan surat dari Pemprov Sulawesi Selatan. Mereka membangun tenda.

Sadikin Sahir selaku “jenderal lapangan” (jenlap) saat demo mengatakan, seharusnya pihak pengusaha PT. CS2 Pola Sehat Maros patuh dengan anjuran pemerintah dengan membayarkan pesangon kepada pekerja.

“Tapi pengusaha mengabaikan anjuran pemerintah, akhirnya kami dari serikat pekerja melakukan aksi menuntut pengusaha agar patuh membayarkan pesangon karyawan,” kata Ikin.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi pemukulan yang dilakukan provokator kepada peserta aksi. Namun telah disikapi dengan membuat laporan ke polisi sesuai proses hukum.

Muhammad Ridwan, Ketua DPC KSPSI Maros menyatakan pihaknya merasa kecewa dengan pihak keamanan kenapa aksi yang begitu damai, harus dicederai dengan lolosnya provokator yang menyebabkan terjadinya insiden pemukulan.

“Bahkan sampai saat ini pelaku pemukulan belum juga diamankan oleh pihak yang berwajib. Padahal sudah di laporkan kemarin kasus pemukulan tersebut,” kata Ridwan.

Pekeja Harian Kontrak

Sementara itu, Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT PT. CS2 Pola Sehat Maros mengatakan para pekerja yang demo tersebut berstatus “harian kontrak”.

“Penyelesaian kontrak yang kami lakukan, sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dimana setelah masa kontrak berakhir, perusahaan tidak lagi memperpanjangnya” kata Harianus Zebua menjawab pertanyaan LintasKompas.id melalui WhatsApp.

Menurut Harianus, ketentuan pesangon berlaku hanya bagi karyawan yang sudah diangkat menjadi karyawan tetap (PKWTT) melalui mekanisme penetapan dan pengangkatan karyawan, serta diberikan surat pengangkatan karyawan oleh bagian HRD perusahaan,” katanya (LKid).

Laporan : Fardi Hirata (Maros), Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini