oleh

Meningkat 6 Kali Lipat, Pelanggar Masker di Jaktim

>

Teks foto : Pendataan pelanggar masker (IST/LKid)

JAKARTA, LintasKompas.id — Pelanggar perorangan keharusan bermasker di wilayah Jakarta Timur meningkat tajam. Selama bulan Agustus 2021 jumlahnya meningkat dibanding bulan Juli yang lalu.

“Itu berdasarkan laporan harian,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur, Budhy Novian, di kantor Walikota Jakarta Timur, kemarin.

Diungkapkan, berdasarkan data yang ada, teecatat pada 6 Agustus 2021 jumlah pelanggar 337 orang. Ini meningkat menjadi 7 kali lipat dibanding pada 3 Juli 2021 sebanyak 48 orang.

Dari jumlah 337 orang tersebut, terbanyak di Kecamatan Kramatjati mencapai 70 orang pelanggar dalam sehari. Disusul nomor 2 di Kecamatan Cipayung 47 orang dan nomor 3 di Kecamatan Makasar 45 orang.

“Kecamatan Kramat Jati dan Cipayung tinggi angka penindakannya karena perangkat kecamatannya lebih aktif dan jumlah kelurahannya juga banyak,” kata Budhy Novian.

Laporan penanganan Covid 19 oleh Satpol PP Jakarta Timur sejak PPKM Darurat (3/7/2021) hingga 6/8/2021 menyebutkan, selama itu pelanggar perorangan/masker 3.639 orang dengan denda hanya seorang Rp 150.000,- dari 849 orang warga Kramat Jati yang melanggar.

Dari 63 tempat usaha makan minum (mamin) ditegur tertulis, 4 dihentikan 3×24 jam, dan 3 dibubarkan serta 5 perkantoran ditegur tertulis dan satu perkantoran dihentikan kegiatannya 3 x 24 jam.

“Kecuali itu ada satu tempat usaha lainnya dicabut izinnya, 43 ditegur tertulis dan 3 dihentikan kegiatannya 3×24 jam,” tambah Budhy Novian.

Data pelanggar masker di Jaktim (ist/LKid)

Harus Patuhi Prokes

Menurut Kasatpol PP Jaktim, walau ada trend angka kasus positif harian di Jakarta menurun namun pandemi Covid-19 belum hilang.

Karena itu diharapkan warga Jakarta Timur harus terbiasa dengan perilaku menerapkan protokol kesehatan 5 M dan melakukan vaksinasi.

“Hal ini sehubungan perpanjangan PPKM Darurat yang diperpanjang sampai dengan 16 Agustus mendatang,” kata Budhy.

Kunci keberhasilan pencegahan penularan covid 19, menurut Budhy, adalah kita terus berdoa dan harus biasa dengan perubahan perilaku. Yakni harus tetap menjalankan protokol kesehatan 5 M.

Yakni, Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun, Menghindari kerumunan dan Membatasi mobilitas. “Dan juga vaksinasi,” kata Budhy.

Dikatakannya, selama ini Satpol PP Jakarta Timur melaksanakan Pergub 3/2021 tentang pelaksanaan PSBB PPKM di Jaktim (LKid).

Laporan : Nur Terbit, Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini