oleh

Ulfiah Nur Yusuf Chaidar Pimpin PC AIA Kabupaten Maros

>

Teka foto : Ulfiah Nur Yusuf Chaidir (kedua dari kanan) bersama Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Gemini Alam,  M.Si, Apt (paling kanan) – foto : H. Adnan Muthalib/LKid

MAROS, LintasKompas.id – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan, melantik dan mengukuhkan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Maros.

Kepengurusan yang diketuai Ulfiah Nur Yusuf Chaidir untuk periode 2021-2024 ini, dilantik langsung oleh Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Gemini Alam,  M.Si, Apt.

Pelantikan ini juga disaksikan dan dihadiri oleh Bupati Maros Chaidir Syam, Kepala Dinas Kesehatan dr. Muhammad Yunus. Acara digelar di ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (9/10).

Ketua PD IAI Sulsel, Prof. Gemini Alam pada pelantikan kali ini menekankan soal peningkatan kapasitas para apoteker.

“Kita berharap PC IAI Maros tak lelah meningkatkan kemampuan dan keahlian para anggotanya yang bergelut dalam ilmu obat-obatan kefarmasian,” jelasnya.

Alumnus SMP Batangase Maros ini juga mengingatkan kepada Ketua PC IAI Maros yang baru, bahwa organisasi ini mempunyai peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Jika gaji UMR di Maros sudah dua juta (rupiah), saya berharap tidak ada lagi apoteker yang gajinya di bawah angka tersebut,” ucapnya.

 

Menurut Prof Gemini Alam, itu bukan gaji utuh. Tapi seharusnya jasa apoteker yang seringkali disebut sebagai gaji pokok minimal setara UMR, belum termasuk tunjangan profesi, transport, dan pembagian profit apotek.

“Standard jasa apoteker ditetapkan berlaku untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan,” ucap guru besar dan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (2014 – 2019) ini.

IAI SULSEL NUR TERBIT
Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Gemini Alam,  M.Si, Apt sedang memberi sambutan – foto : H. Adnan Muthalib/LKid

Ia juga berjanji terus memantau kesejahteraan apoteker di Maros. “Semoga di akhir masa jabatan saya tahun depan sebagai Ketua PD IAI Sulsel, sudah ada peningkatan perbaikan kesejahteraan teman-teman apoteker, khususnya di Maros,” harap Prof Gemini.

Dia mengapresiasi para apoteker yang ada di Maros. karena Maros merupakan kabupaten tercepat dalam mencapai angka 100 persen aktivasi anggotanya pada program Siap, Sistem Informasi Apoteker.

“Teman-teman di Kabupaten Maros mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak mengabaikan waktu hanya untuk persoalan administrasi,” jelasnya.

Menyebutkan satu-satunya profesi kesehatan yang memiliki sistem informasi, menurut Prof Gemini, hanya apoteker. “Organisasi kesehatan yang lain belum mempunyai database sekuat kita,” terangnya.

SAMBUTAN BUPATI MAROS

Bupati Maros, Chaidir Syam juga mengapresiasi pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Maros. Dia berjanji akan memberi perhatian kepada apoteker di Kabupaten Maros.

Saat ini ada 13 organisasi profesi kesehatan di Maros. Salah satunya adalah apoteker.

“Bahkan saat ini kita sudah rencanakan membuat sekretariat untuk organisasi profesi apoteker di Maros,” ucapnya.

 

Nanti, katanya, akan dibuat satu kantor. Ruangannya ada 13. “Jadi tetap bisa merawat kebersamaan, dan tidak ada sekat-sekat,” tambah mantan ketua DPRD Maros itu.

Sementara Ketua PC IAI Maros periode 2021- 2024, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, mengajak seluruh apoteker yang ada di Maros bersinergi dengan pemerintah dan seluruh organisasi profesi yang ada.

“Untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat, agar dapat mewujudkan kesehatan masyarakat yang berkualitas,” kata Vivi, sapaan akrabnya.

 

Vivi yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros ini, berjanji akan segera mengevaluasi dan menyusun program-program kerja yang baru untuk periodenya. (LKid)

Laporan : H. Dadang, Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini