oleh

Ren Ling, Phoa Hermanto, Sumuang Manulang Dituntut 6 Tahun Penjara

>

teks foto : Tiga terdakwa “pembegal” perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), Phoa Hermanto Sundjojo, Ren Ling, Sumuang Manulang, sedang mendengarkan tuntutan dibacakan jaksa (foto Nur/LKid)

JAKARTA, LintasKompas.id — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Subhan SH, menuntut 6 tahun penjara kepada 3 terdakwa perkara “pembegalan” Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), oleh pengusaha lokal.

Ketiga terdakwa tersebut — yang selama ini tidak ditahan dan disidang secara off line — adalah Ren Ling (RL), Phoa Hermanto Sundjojo (PHS) dan Sumuang Manulang (SM). Mereka didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) diketuai Farida SH.

Terdakwa sebagai pengusaha lokal, menurut JPU, terbukti secara meyakinkan telah menggunakan keterangan palsu sebagaimana diatur dalam pasal 266 Jo 255 (1) KUHP.

“Akibat tindakan ketiga terdakwa, perusahaan PMA tersebut dirugikan Rp100 milyar,” kata JPU Subhan, SH.

Tuntutan JPU — yang pada sidang sebelumnya sempat terunda karena Jaksa belum siap membacakan tuntutan — akhirnya baru bisa dibacakan pada Kamis malam (21/10/2021), di depan majelis hakim PN Jakarta Utara.

Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, dipimpin Dodong Iman Rusnadi, SH, MH (ketua), Riyanto Adam Ponto, Agus Darwanta (anggota) dengan Panitera Pengganti (PP) Hulman Panggabean.

Menurut JPU, perusahaan PMA yang “dibegal” ini telah beberapa kali mengalami perubahan direksi melalui RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). Oktober 2009 terjadi perubahan yang kelima.

“Tapi faktanya para terdakwa tidak pernah diberi kuasa oleh dewan direksi untuk melakukan perubahan susunan direksi. Akibat perbuatan ketiga terdakwa, telah merugikan orang lain, dan membahayakan perekonomian,” kata Jaksa.

Bermula ketika Ren Ling (RL) bersama Phoa Hermanto Sundjojo (PHS) dan Sumuang Manulang (SM) melakukan pemalsuan dengan memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik perusahaan.

Caranya, mereka bertiga mendirikan perusahaan PT. Bintang Cinda Mineral Grup (PT. BCMG) Tani Berkah pada 2009 melalui notaris dan didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan galena.

Ren Ling yang telah diberhentikan sebagai Dirut PT BCMG itu, malah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) 5 April 2019, mengangkat Sumuang Manulang sebagai Dirut sekaligus memberhentikan Chen Tian Hua selaku Komisaris Utama, Yudhi Ramaputra selaku Komisaris.

Akibatnya, pemegang saham mayoritas yakni Chen Tian Hua tidak lagi menjadi Komisaris PT BCMG Tani Berkah dan kehilangan hak pengelolaan eksplorasi tambang. Kerugian materi sebesar Rp100 milyar.

Kasus “pembegalan” perusahaan PMA ini dilanjutkan Kamis 28 Oktober 2021, dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa (LKid).

Laporan : Bang Alim, Editor : NAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini