oleh

Tawuran di Makassar Diwarnai Anak Panah dan Bom Molotov

>

Teks foto : Suasana lokasi pasca tawuran warga di Makassar (ist)

MAKASSAR, LintasKompas.id – Tawuran dua kubu warga antara warga Cambayya dengan warga Sabutung, Kota Makassar, Sulsel semakin memprihatinkan.

Bahkan dikabarkan tim gabungan kepolisian yang datang membubarkan aksi tawuran warga tersebut, malah disambut dengan anak panah busur.

“Kami heran, koq aparat keamanan tidak bisa menumpas biang tawuran warga tersebut sampai ke akar-akarnya,” keluh salah satu tokoh masyarakat setempat yang menolak disebut namanya.

Warga di kedua pihak yang bertikai, kata tokoh masyarakat ini, hanya takut ketika polisi datang berpatroli. “Begitu polisi pergi, warga kembali tawuran lagi,” keluhnya.

Kini, kata tokoh masyarakat tersebut, mengaku sudah capek melapor ke polisi. Sebab sewaktu-waktu akan meletus lagi aksi tawuran dari kedua warga yang entah apa pemicu awal dari penyebab mereka tawuran.

Danru Penikam Polrestabes Makassar, Bripka Amal kepada wartawan, mengaku kalau pihaknya sudah turun ke lapangan membubarkan dua kelompok warga yang tawuran.

Saat membubarkan tawuran, polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke arah warga yang menyerang mereka dengan anak panah busur.

“Tim Penikam Polrestabes Makassar bersama jajaran Polsek Tallo, tim Thunder Polda Sulsel membubarkan perang kelompok Cambayya dan Sabutung. Pada saat kami melakukan pembubaran kami melakukan penembakan gas air mata karena di lokasi kami mendapat perlawanan dari pelaku,” ujar Bripka Amal seperti dikutip DetikNews.

Dari lokasi tawuran ini, polisi membekuk 16 pria yang diduga hendak tawuran di Makassar. Tawuran dua kubu warga antara warga Cambayya dengan warga Sabutung ini, terjadi di perbatasan antara wilayah Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah.

Tidak hanya itu, di lokasi juga ditemukan beberapa blokade kayu untuk menghalangi polisi yang datang serta ban bekas yang sengaja dibakar oleh warga.

Saat melakukan penyisiran di TKP, polisi sempat mengalami kesulitan. Beberapa dari ibu-ibu yang berada di lokasi berusaha menghalangi anggota yang bekerja mencari para pelaku tawuran.

“Pada saat dilakukan pembubaran, warga berusaha melindungi para pelaku dari pengejaran petugas,” ungkap Amal.

Tidak ada satupun pelaku tawuran yang dijaring dalam peristiwa ini. Namun demikian, anggota menyita sejumlah senjata tajam jenis anak panah milik pelaku tawuran. “Ada beberapa anak busur beserta pelontarnya diamankan di lokasi itu,” tutur Amal.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga di lokasi tawuran ini sangat anarkis lantaran menggunakan senjata tajam jenis anak panah. Selain itu, beberapa lemparan bom molotov juga terlihat di lokasi.

“Mereka menggunakan anak panah dan bom molotov,” sebut Amal (LKid/NA).

Laporan : Biro Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini