oleh

Ustadz Agus Idwar: Pahlawan Itu Berani Ambil Risiko

>

Teks foto: Acara Kajian Wawasan Keagamaan Islam bagi Anggota KORPRI Jaktim.

JAKARTA, LintasKompas.id – Ciri pahlawan adalah memiliki keberanian mandiri dan berani mengambil risiko, tidak menyalahkan orang lain, serta memiliki semangat pengorbanan memperjuangkan hak asasi manusia.

Demikian ditegaskan Ustadz Agus Idwar Jumhadi, S.Sos selaku narasumber dalam kegiatan Kajian Wawasan Keagamaan Islam bagi Anggota KORPRI Kota Administasi Jakarta Timur, di Ruang Rapat Wakil Walikota Jakarta Timur, Senin (15/11/2021).

Acara tersebut diselenggarakan secara luring dan daring dan dibuka resmi oleh Asisten Admimistrasi dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Salahuddin.

Menurut Kepala Satpel KORPRI Jakarta Timur Febriyetti Selasa (16/11), acara tersebut diikuti secara daring oleh 177 orang.

Mengangkat tema “Bersyukur dan Menghargai Jasa Pahlawan,” lebih lanjut H Agus Idwar Jumhadi menjelaskan , Pahlawan dimaknai sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani.

“Berbagai macam pahlawan. Ada yang dapat dipandang sebagai Pahlawan Nasional, Pahlawan Pembangunan, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Devisa dan ada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,” ujarnya.

Sementara untuk pahlawan kehidupan Ustadz Agus Idwar menyebut Nabi Muhammad SAW.

H Agus Idwar Jumhadi
H Agus Idwar Jumhadi

Dijelaskannya, dalam Al Quran Surat Ash Shaff ayat 10-11 termaktub semangat kepahlawanan tersebut.

Disebut Ayat 10 yang artinya , wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

Ayat 11 yang artinya, “kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui”.

Menurut Ustadz Agus, memaknai perjuangan dan menghargai jasa Pahlawan dengan cara berbuat yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan bangsa, dengan mencontoh dan mentauladani jejak Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia Rahmatan Lil ‘alamin.

Sementara Asisten Administrasi dan Kesra Jakarta Jakarta Timur Ahmad Salahuddin menjelaskan kajian ini merupakan kegiatan rutin untuk memperkuat ibadah spiritual bagi para Aparatur Sipil Negara dalam rangka penyeimbang kapabilitas kinerja tiap harinya.

“Selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi anggota KORPRI kepada Allah Subhanahu wata’ala , juga sebagai media instropeksi diri memantapkan integritas anggota KORPRI dalam melayani masyarakat,” ujar Salahuddin.

Hadir secara tatap muka dalam acara tersebut hanya 10 orang. Di antaranya Kabag Kesra Jakarta Timur H Muchtar dan Kasubbag Dikmental Dwi Busara, Kasuban dan Kasudin dari Kominfotik serta qoriah Wahyu Rumyati yang melantunkan ayat ayat suci Al Qur’an (SPD/LKid).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini