oleh

Jaksa Langsung Kasasi Setelah Terdakwa Diputus Bebas Oleh Hakim

>

Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Ren Ling dkk di PN Jakut. Terdakwa didampingi hanya satu dari 3 anggota penasehat hukum yang hadir (foto LKid/BA)

JAKARTA, Lintas Kompas.id — Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menyatakan kasasi, usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memutus bebas murni 3 terdakwa (Ren Ling dkk) yang sebelumnya dituntut masing-masing 6 tahun penjara.

“Kami Tim Jaksa akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan bebas murni dari majelis hakim terhadap terdakwa,” kata Subhan, SH, salah satu anggota Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pernyataan akan mengajukan kasasi ke MA tersebut, disampaikan JPU kepada media ini, usai sidang di PN Jakarta Utara dengan agenda pembacaan putusan hakim, Kamis 18 November 2021.

Hakim Nur Terbit
Majelis Hakim yang diketuai Dodong Iman Rusnadi, SH, MH sedang membaca putusan (foto LKid/BA)

Putusan bebas murni ini, dibacakan di persidangan dengan suara sangat pelan, secara bergantian oleh Majelis Hakim yang diketuai Dodong Iman Rusnadi, SH, MH. Sangat berbeda ketika majelis hakim memeriksa para saksi dengan suara lantang.

Sementara pada sidang sebelumnya Kamis 11 November 2021, Majelis Hakim gagal membacakan putusan dengan alasan belum siap dibacakan. Sidang ditunda dan baru hari ini bisa dibacakan.

Salah satu pertimbangan hakim, karena Deni sebagai pelapor dalam perkara dugaan pemberian keterangan palsu ini, tidak bisa dihadirkan ke persidangan. Juga pihak notaris dan stafnya yang dihadirkan sebagai saksi, dianggap lalai dalam pembuat akta perusahaan untuk bahan RUPS LB.

JPU sebelumnya menuntut 6 tahun penjara bagi tiga pengusaha lokal (Ren Ling dkk) yang didampingi pengacaranya Farida Felix SH, karena didakwa telah memberikan keterangan palsu untuk pendirian Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Menurut JPU, ketiga terdakwa sebagai pengusaha lokal, terbukti secara meyakinkan telah menggunakan keterangan palsu dalam mendirikan perusahaan, sebagaimana diatur dalam pasal 266 Jo 255 (1) KUHP.

Perusahaan PMA tersebut, kata Jaksa, adalah PT. Bintang Cinda Mineral Grup (PT. BCMG) Tani Berkah pada 2009. Sudah beberapa kali mengalami perubahan susunan direksi melalui RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa).

Namun setelah saksi Denni melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, kata Jaksa, ketiga terdakwa lalu membatalkan 3 akta karena menyalahi prosedur sesuai UU No.4 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Kasus ini bermula ketika Ren Ling (RL) bersama Phoa Hermanto Sundjojo (PHS) dan Sumuang Manulang (SM) melakukan pemalsuan dengan memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik perusahaan.

Caranya, ketiga terdakwa mengubah akte perusahaan PT. BCMG untuk tujuan mengubah susunan direksi dan komisaris tanpa diketahui korban sebagai pemegang saham.

Akte perusahaan yang sudah diubah pada 2009 melalui notaris lalu didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan galena (LKid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini