oleh

Taman Arkeologi Onrust Menyimpan Misteri Blue Clay, Terbanyak Pengunjungnya Tahun 2021

>

Foto Atas kiri searah jarum jam: Pengunjung sedang scan barcode. Wind molen Onrust. Wisatawan berjalan di sisi timur Pulau Tanpa Istirahat.

JAKARTA, LintasKompas.id –Taman Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta masih menyimpan bukti misteri blue clay yang menyebabkan umur pendek.

Juga banyak sisa bangunan bersejarah seperti bekas RS Karantina Haji tahun 1911-1933, dan benteng Martello tahun 1850 di Pulau Kelor.

Selama bulan Desember 2021 pengunjungnya hanya 1.381 orang. Padahal bulan sebelumnya yaitu November mencapai 2.195 orang.
Hal ini akibat angin kencang dan ombak besar di laut Teluk Jakarta.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Taman Arkeologi Onrust (TAO), Agung Priosusanto mengungkapkan hal itu Ahad (2/1/2022).

“Orang khawatir dengan cuaca seperti itu. Waktu akhir tahun hanya 25 orang berkunjung ke Taman Arkeologi Onrust. Tahun baru, 1 Januari 2022, pengunjungnya lumayan mencapai 92 orang,” kata Agung.

Tak disangka hari kedua tahun 2022 ini pengunjung TAO melonjak menjadi 2 kali lipat. “Hari ini pengunjungnya mencapai 225 orang,” imbuh Agung.

Ia juga surprised karena menurut data di Tata Usaha UP Museum Kebaharian Jakarta, jumlah pengunjung TAO selama tahun 2021 menduduki peringkat tertinggi dari 3 destinasi wisata edukasi kebaharian Jakarta.

Dua lainnya adalah Museum Bahari di Jl. Pasar Ikan, Kecamatan Penjaringan dan Rumah Si Pitung Situs Marunda Kecamatan Cilincing.

Kepala Subbag TU Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis Ari membenarkan hal itu.

“Iya. Taman Arkeologi Onrust selama tahun 2021 pengunjungnya terbanyak mencapai 23.000 lebih,” kata Mis Ari.

Ditunjukkan data rinci jumlah pengunjung 3 destinasi wisata edukasi kebaharian Jakarta selama 2021.

Taman Arkeologi Onrust 23.135 orang, Situs Marunda/Rumah Si Pitung 11.769 orang dan Museum Bahari 7.611 orang.

Menurut Mis Ari tahun 2021 itu 3 bulan museum tersebut tutup karena pandemi yaitu bulan Juli, Agustus dan September.

Apa misteri blue clay?

Pemandu wisata Taman Arkeologi Onrust, Rosadi ketika dihubungi Senin (3/1/2022) mengaku sedang berlibur ke darat yaitu ke Museum Bahari.

Namun selama memandu para pengunjung Pulau Onrust, termasuk 2 hari awal tahun 2022, tidak ketinggalan ia mengajak mereka ke kuburan Belanda yang lokasinya di ujung utara pulau itu.

Sebab tempat itu merupakan kuburan penduduk Onrust berkebangsaan Belanda pada abad 17 atau tahun 1600-an, yang meninggal dunia pada usia muda.

“Di situ ada 40 an makam. Pada umumnya meninggal dunia sebelum umur 40 tahun,” kata Rosadi.

Ia mengaku cerita itu dari Candrian Attahiyat, arkeolog senior yang pernah memimpin Taman Arkeologi tahun 2008/2009.

Sementara Candrian yang dihubungi Senin (3/1/2022) mengakui, kuburan Belanda di Onrust itu erat sekali hubungannnya dengan misteri warga umur pendek akibat pengaruh blue clay , tanah liat/ lempung biru.

Blue clay adanya di daerah tropis. Di sini ada di Kepulauan Seribu Selatan. Jadi penduduk yang kesehariannya terkena pantulan cahaya blue clay umurnya tidak panjang. Paling tua 40 tahun,” imbuh Candrian.

Seperti di kuburan Belanda Onrust dari puluhan makam itu hanya satu yang umurnya mencapai 40 tahun.

Bahkan putri pemimpin Pulau Onrust bernama Maria van Develden tertera di kuburannya meninggal dunia pada umur 28 tahun.

Kembali kepada Rosadi, ia menuturkan pada tahun baru di Onrust relatif sepi, karena saat ini pengunjung tidak boleh menginap. Tidak seperti sebelum pandemi, tiap Jumat malam dan Sabtu malam banyak pengunjung menginap di Pulau Onrust, Cipir atau Kelor.

Bahkan kini jam kunjungan dibatasi mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

Tamu biasa dipandu Rosadi pertama diarahkan ke Museum Onrust di gedung eks rumah dokter masa Karantina Haji 1911 -1933, lalu ke ruang bawah tanah dan terakhir ke makam Belanda.

Sementara ini para pengunjung tidak diajak ke bekas penjara zaman Jepang yang ada tempat mengadu para tahanan bak gladiator. Mengapa?

“Tempat itu ada yang rusak bagian atapnya dan perlu diperbaiki dulu,” jawabnya.

Bila udara baik pengunjung dapat berlayar menyeberang ke Pulau Cipir atau Kahyangan dan terus ke Pulau Kelor sebelah utara sambil melihat Pulau Bidadari sebuah resort pariwisata di sebelah timur.

Mengenai TAO menduduki ranking pertama dalam kunjungan wisata kebaharian Jakarta, pengamat museum dan pariwisata H Abu Galih mengatakan, prestasi itu sudah ketiga kalinya sejak 2019.

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya tahun lalu memberikan alasan, masyarakat lebih memilih berwisata ke Onrust dibanding ke museum di darat karena ada faktor fun sekaligus tantangannya yaitu perjalanan di laut (Sup/LKid).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini