oleh

Pengunjung Museum Bahari Tahun 2021 Mencapai 7.600 Orang

>

Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Penjaringan Jakarta Utara

JAKARTA, LintasKompas.id Pengunjung Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Penjaringan Jakarta Utara tahun 2021 mencapai 7.600 orang lebih, tepatnya 7.611 orang.

Dari jumlah itu rata rata mereka naik ke Menara Syahbandar yang dibangun tahun 1839 Masehi.

Kepala Satuan Pelayanan Museum Bahari, Devi Sihotang mengungkapkan hal itu Kamis (7/1/2022) di kantornya.

“Memang itu tergantung kondisi masing masing pengunjung,” tambah Devi.

Namun sebagian besar pengunjung menaiki menara tangga untuk melihat pemandangan Museum Bahari dan sekitar area Pelabuhan Sunda Kelapa beserta pesisir pantai.

“Biasanya pengunjung akan dbantui kawal oleh guide maupun petugas keamanan kami,” tambah Devi.

Para pengunjung sendiri juga merasakan keindahan dari kombinasi petak petak bangunan dan sedikit penghijauan serta birunya laut pada pandangan bird view.

Mengenai apa yang baru dari Museum Bahari.sekarang ini Kepala Subbag Tata Usaha UP Museum Kebaharian Jakarta Mis Ari menyebut Bio Museum yang berada di gedung B di lantai bawah.

“Di situ pengunjung dapat menikmati film petualangan arung,” ungkapnya. Dijelaskan lebih lanjut, di tempat itu diputarkan dua film.

Yang satu mengenai Museum Bahari dan yang lainnya lagi tentang Taman Arkeologi Onrust,” kata Mis Ari.

Tiap film berdurasi 6 menit, namun cukup memberikan informasi permulaan mengenai dua destinasi wisata edukasi sejarah kebaharian Nusantara.

Dipandu Destri Andriani pengunjung melewati saja Bio Museum tersebut dan langsung melihat koleksi perahu tradisional di Blok C.

Di antaranya perahu nelayan dari Cirebon,.Jawa, Sulawesi, Kalimantan, perahu pemancing dari Blora serta perahu bersejarah Cadik Nusantara.

Perahu kayu dicat putih kombinasi warna coklat itu beberapa kali mengarungi laut Indonesia dan sekitarnya belasan tahun silam..

Perahu itu dinakhodai Effendy Soleman (Alm) wartawan Jakarta yang mencintai laut.

Di ruang pamer berikutnya tampak jajaran perahu dan kapal beraneka model. Tetapi hanya sebagian yang asli karena lainnya replika ataupun bentuk miniatur.

“Koleksi di sini sebagian sudah dikaji dan sebagian lagi belum ada narasi dan kajiannya,” ungkap Destri Andriani, pemandu Museum Bahari, lulusan Sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Menurut Destri ruang pamer yang satu ini baru selesai dilayout Agustus 2021 silam dan masih terus dikembangkan dengan kelengkapan yang diperlukan.

Dari blok C di lantai 2 pengunjung dapaf melalui jembatan menuju gedung blok A yang dibangun abad 18 awal.

Di sini terdapat beberapa diorama sejarah bangsa bangsa Eropa penjelajah lautan yang datang ke Nusantara untuk membeli rempah rempah.

Di antaranya ada ruang khusus berisi puluhan.karung rempah rempah. Tidak kurang dari 27 jenis rempah rempah ada di situ, di antaranya pala, cengkih, kayu manis, lada, ketumbar, jahe dan kunyit. Maka aromanya terkadang tercium sampai keluar kamar tersebut.

Tampak Dina dan Fitri pengunjung dari Jakarta Timur mencoba mencium bahan bumbu dapur tersebut.

“Saya kagum pada mBak pemandu itu. Begitu hafal sejarah tiap tiap koleksi,” ungkap Fitri yang baru pertamakalinya mengunjungi Museum Bahari yang dahulunya gudang rempah rempah pads zaman VOC Belanda.

Hari Kamis (6/2/2022) pengunjung Menara Syahbandar menurut laporan Suharto petugas loket, hanya 13 orang.

Sedang pada awal tahun 2022 ada 46 orang sedang hari kedua mencapai 100 orang.

Hari berikutnya merosot menjadi 58 dan 33 orang.

Suharto melayani tamu pengunjung dibantu dua siswa SMK 66 Jakarta masing masing Amanda dan M Firdaus yang sedang melaksanakan PKL atau Praktik Kerja Lapangan. (Sup/LKid).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini