oleh

Kecamatan Cipayung Jaktim Deklarasikan Bebas BABS

>

Foto : Waka IV Baznas Bazis DKI, Asisten Kesra Jaktim dan Camat Cipayung ketika peresmian STBM/septictank di Kelurahan Setu

JAKARTA, LintasKompas.id –
Dari 8 kelurahan se Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tinggal 3 kelurahan lagi yang belum mendeklarasikan Bebas dari BABS atau buang air besar sembarangan. Tiga kelurahan tersebut adalah Kelurahan Setu, Bambu Apus dan Kelurahan Lubang Buaya.

Upaya pembuatan STBM atau sanitasi total berbasis masyarakat terus digalakkan dengan kolaborasi berbagai pihak. Diharapkan bulan Maret tahun 2022 ini dapat dideklarasikan seluruh Kecamatan Cipayung bebas BABS.

Camat Cipayung Drs Panangaran Ritonga mengungkapkan hal itu atas pertanyaan LintasKompas.id Jumat (14/1/2022).

Diakui Camat Ritonga, program pembuatan septictank /STBM di rumah rumah warga yang belum memilikinya telah dikerjakan di 3 kelurahan tersebut. Namun sampai peresmian 25 septictank dengan bantuan Baznas Bazis oleh Asisten Kesra Jakarta Timur Selasa (11/1/2022), masih ada septictank yang belum jadi atau belum dibangun.

Tercatat untuk Kelurahan Bambu Apus masih sisa 8.

“Target bulan Maret nanti bisa tuntas dan kami deklarasi,” kata Ritonga.

Sementara itu Kelurahan Setu masih sisa 185 dan Kelurahan Lubang Buaya 220 septictank yang belum dibangun.

“Target tahun ini ketiganya kita deklarasikan,” tambahnya.

Diharapkan warga dapat dimotivasi untuk berpartisipasi.

Sekretaris Kelurahan Setu Abdurrahman Saleh secara terpisah menambahkan, program pembuatan septictank di kelurahan ini 200 unit. Selesai 15 septictank jadi masih sisa 185.

Kalau rumah tak punya septictank bagaimana toiletnya?

“Itulah. Di sini masih ada kebiasaan BAB di empang dan di saluran air. Makanya kami bikin program STBM itu. Dan Baznas Bazis siap membantu,” ujar Abdurrahman yang dibenarkan Lurah Setu Jenuri.
Kesediaan Baznas Bazis tersebut ditegaskan Waka IV Baznas Baznas Bazis DKI Jakarta Nasir Tajang maupun Korwil Jakarta Timur.

Secara terpisah Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah menyatakan dalam mencegah _stunting_ (gangguan pertumbuhan anak) saat ini pihaknya masih fokus membantu Kecamatan Cakung lebih dulu dalam pembangunan STBM.

“Soalnya biaya cukup besar. Ini rencananya kita cari kolaborasi,” ujarnya.

Seperti di Kelurahan Setu, untuk pembangunan tiap septictank/STBM Baznas Bazis memberi bantuan Rp 1,5 Juta.

“Itu untuk pembelian material saja,” kata Eka.

Sedang ukuran septictank 120 cm ×120 cm dengan dalam 150 cm. Penggalian dilaksanakan oleh PPSU.

Pada peresmian oleh Asisten Kesra Jaktim Selasa yl untuk Kelurahan Cipayung 23 titik STBM, Setu 15 dan Bambu Apus 8 titik. (Sup/LKid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini