oleh

Pengunjung Rumah Si Pitung Awal 2022 Meningkat 300 Persen

>

Teks foto : Pengunjung Rumah Si Pitung (Sup/LKid)

JAKARTA, LintasKompas.id – Awal tahun 2022 ini jumlah pengunjung Rumah Si Pitung di Situs Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara meningkat 300 persen atau 3 kali lipat.

Tercatat bulan Januari 2022 mencapai 1.500 orang. Padahal Januari 2021 yang lalu pengunjungnya hanya 375 orang.

Kepala Satuan Pelayanan Rumah Si Pitung, Agus Ariyanto mengungkapkan hal itu Selasa (1/2/2022) saat dihubungi di situs sejarah tersebut.

“Itu karena awal tahun 2021 yang lalu sedang tingginya pandemi Covid 19,” tambah Agus Ariyanto.

Lebih lanjut dikatakan oleh Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) ini, selama tahun 2021 yl jumlah pengunjung Rumah Si Pitung mencapai 11.700 orang lebih. Akuratnya 11.769 orang.

Januari tahun lalu memang paling minim pengunjung, hanya 375 orang. Tetapi Mei melonjak paling tinggi mencapai 3.000 orang lebih atau tepatnya 3.161 orang.

Sementara selama 3 bulan yakni Juli, Agustus dan September semua destinasi wisata edukasi Pemprov DKI termasuk Situs Marunda ini ditutup.

“Untuk tanggal merah Hari Raya Imlek ini kelihatan lumayan pengunjungnya. Belum tengah hari sudah 70 an orang,” katanya.

Tercatat Selasa (1/2/2022) sampai sore hari ada 112 orang pengunjung. Rinciannya dewasa 77 orang dan anak anak 35 orang.

Sementara hari Ahad (30/1/2022) ada 254 orang pengunjung, di antaranya 52 orang anak anak dan sisanya 202 orang dewasa.

Menurut Agus peningkatan jumlah pengunjung tahun 2022 ini tentu perlu antisipasi dengan pemberdayaan SDM seoptimal mungkin. Tercatat ada 17 orang karyawan Rumah Si Pitung di Situs Marunda dari operator, petugas keamanan, kebersihan sampai guide atau pemandu.

Menurut Agus, sejak medio Januari 2022 lingkungan Rumah Si Pitung bertambah hijau dan bersih. Ini berkat bantuan peralatan kebersihan dan penghijauan dari PT Jasa Armada Indonesia TBK-IPC Marine.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wuri Handayani selaku DVP Komunikasi Perusahaan & CSR dan diterima Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya.

Sukma Wijaya pemandu wisata Rumah Si Pitung menambahkan ada 20 pot tanaman keras bantuan PT IPC (Perusahaan Pelabuhan Indonesia) untuk penghijauan. Antara lain pohon mangga, sirsak dan jeruk.

Hari Raya Imlek ini pengunjung Rumah Si Pitung juga dapat beli kerak telor makanan khas Betawi yang dijajakan Bang Roy dari Pulogebang, Jakarta Timur.

“Ya tadi laku 9 kerak telor. Pengunjung datang dan pergi saja,” ujar Roy.

Mengenai bangunan rumah panggung yang disebut Rumah Si Pitung tersebut Agus Ariyanto menuturkan, menurut catatan sejarah dibangun tahun 1880 oleh saudagar kaya suku Bugis dari Makasar bernama H Safiuddin.

Tokoh Si Pitung dari Rawa Belong (Jakarta Barat) datang ke rumah tersebut diperkirakan tahun 1883 yang tujuannya bersembunyi dari kejaran polisi Hindia Belanda sambil memusuhi orang orang asing antek penjajah Belanda.

Ternyata H Safiuddin malahan bersahabat dan menampung Si Pitung dan temannya.

Luas bangunan rumah panggung itu sekitar 500 m2 di atas lahan seluas sekitar 3.000 m2 di Kampung Marunda Pulo.

Untuk mencapai rumah panggung tersebut harus menyeberang sungai. Namun setelah dibangun jembatan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2010 ketika dilakukan pemugaran terhadap rumah cagar budaya tersebut, maka para pengunjung dapat berjalan kaki untuk mencapainya. Bahkan mobil kecil juga dapat mencapai depan rumah.

Pemandu wisata Sukma Wijaya menambahkan ada hal yang baru lagi dari Situs Marunda tersebut.

Yaitu jalan dari Rumah Si.Pitung menuju Masjid Al Alam sebagian sudah diperlebar.

Konon masjid itu sudah ada pada abad 16, yaitu saat tentara gabungan dari Kesultanan Demak, Cirebon dan Banten yang dipimpin Fatahillah mengusir Portugis dari perairan Sunda Kelapa pada tahun 1527.

Di masjid itu ada sumur tua yang airnya tawar. Padahal hanya puluhan meter dari laut. (Sup/LKid).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini