oleh

Pulau Cipir, Terfavorit di Taman Arkeologi Onrust, Ahad Jumlah Pengujung Anjlok

>

 

Pulau Cipir di Taman Arkeologi Onrust, Kepulauan Seribu (foto : Sup/LKid).

JAKARTA, LintasKompas.id-
Pulau Cipir ternyata paling favorit bagi wisatawan yang berlayar ke Taman Arkeologi Onrust (TAO), Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Hal itu diketahui dari data wisatawan yang datang ke sana selama paska Idul Fitri 1443 Hijriah ini.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) TAO, Agung Priosusanto mengungkapkan itu Minggu (8/5/2022).

Wisatawan tersebut dari berbagai dermaga pelabuhan di Jakarta Utara seperti Marina Ancol, Kali Adem, dan Kamal Muara.

“Yang ke Pulau Cipir pada umumnya dari Tangerang dan sengaja ke pulau itu untuk berenang. Apalagi di situ ada permainan banana boat,” tambah Agung.

Sementara Sopyan Kepala Security Taman Arkeologi Onrust juga mengakui bahwa Pulau Cipir paling banyak pengunjungnya dibanding Pulau Onrust dan Pulau Kelor yang menjadi satu gugusan Taman Arkeologi Onrust.

“Memang Pulau Cipir memiliki pantai berpasir putih dan ada air tawar yang mencukupi. Karenanya banyak yang mandi dan berenang di situ,” kata Sopyan yang sering dipanggil Jodi.

Di Pulau Cipir ada peninggalan bekas RS Karantina Haji tahun 1911- 1933 dan bekas asrama perawatnya.

Sementara di Pulau Onrust sebelah utara Cipir ada peninggalan Rumah Dokter yang digunakan untuk museum.

Mengenai jumlah pengunjung, baik Agung Priosusanto maupun Sopyan mengamati bahwa Pulau Cipir selalu paling banyak.

Tercatat Sabtu (7/5) pengunjung TAO mencapai angka tertinggi yaitu 900 orang. Terdiri dari Pulau Onrust 264 orang, Pulau Cipir 366 orang dan Pulau Kelor 270 orang.

Jumat (6/5) pengunjungnya 314 orang dengan rincian Pulau Onrust 86 orang, Pulau Cipir 153 orang dan Pulau Kelor 85 orang.

Sementara Kamis (5/5) ada 586 orang pengunjung terdiri dari Pulau Onrust 167 orang, Pulau Cipir 272 orang, dan Pulau Kelor 147 orang.

Benteng Martello di Pulau Kelor sore hari sepi wisatawan karena sudah berlayar ke Pulau Onrust (Sup/LKid)

Rabu (4/6) ada 629 orang terbagi ke Pulau Onrust 154 orang, Pulau Cipir 325 orang dan Pulau Kelor 150 orang.

Terlihat Pulau Cipir tiap hari paling banyak pengunjungnya.
“Memang yang senang berenang langsung turun di situ tak mau ke pulau lainnya,” ujar Agung.

Namun Minggu (8/5) jumlah wisatawan di Taman Arkeologi ini anjlok hanya 296 orang. Dengan rincian yang ke Pulau Onrust 132 orang, ke Pulau Cipir hanya 95 orang dan Pulau Kelor 69 orang.

Anjoknya jumlah wisatawan ini menurut Agung Priosusanto sudah diprediksi.

“Itu disebabkan hari Seninnya harus masuk kerja setelah libur panjang. Makanya mereka memilih istirahat,” ujarnya.

Pemandu wisata Rosadi di Pulau Onrust maupun Hermawan di Pulau Kelor merasakan Minggu kemarin pengunjungnya lebih sepi dibanding sehari sebelumnya.

Yang agak istimewa adalah kunjungan Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya bersama keluaganya.

“Saya mengawal keluarga Pak Berkah keliling Puluau Onrust, ke makam Belanda, bekas barak haji dan tempat tempat bersejarah lainnya,” kata Rosadi.

Sedang di Pulau Kelor pada waktunya relatif pendek. Sebab perahu maupun kapal penjemput sudah menunggu di dermaga untuk kembali ke Onrust.

Pulau Kelor terkenal sebagai ikon pariwisata Kepulauan Seribu karena ada peninggalan benteng Martello yang dibangun tahun 1850.

Di pulau itu tahun 2013 silam artis Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto mengadakan resepsi pernikahannya yang dihadiri para artis dan pejabat serta pengusaha ternama. (Sup/LKid).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lintas Terkini